Punya Anak; Seputar Mitos vs Fakta
Well, ini sebetulnya judulnya agak berlebihan. Tapi seriusan, tulisan ini saya buat untuk menampung curahan hati sekaligus berbagi pada khalayak yang membutuhkan, khususnya ibu-ibu muda seperti saya. Tulisan yang pada akhirnya rampung ini pun berdasar apa yang saya alami saat setelah melahirkan Fatih, hingga beberapa bulan kemudian. Bisa jadi kejadian yang dialami orang lain berbeda.
Menjadi ibu baru tentunya merupakan kebahagiaan tersendiri. Satu fase dalam kehidupan telah kita masuki dan harus siap untuk dijalani sekuat hati. Jadi istri sekaligus ibu. Buat saya, banyak skill baru yang muncul ketika saya menjadi ibu, salah satunya adalah skill ketabahan hati menghadapi mitos seputar pengasuhan anak. Hah? Mitos? iya, awalnya saya kira 2017 itu sudah tidak ada lagi semacam hal-hal yang banyak diceritakan ibu saya sewaktu melahirkan saya di tahun 1991, tapi nyatanya hal itu masih terjaga rapi hingga kini. Mari saya ceritakan nasihat apa saja yang saya dapatkan;
(Fatih, 9 bulan)
1. Anaknya jangan digendong terus, nanti bau tangan lho
Gini deh ya, bayi kan bisanya menangis, saya rasa kalau ada bayi begitu brojol langsung bisa bicara pun, ia akan bilang kalau ia butuh atau merasakan sesuatu. Lantas kalau ia menangis minta digendong ibunya saja mendiamkan, siapa lagi yang akan peduli?
Awalnya saya sempat hampir percaya sama mitos satu ini. Simpel sih, karena lama-lama menggendong yaaa capek juga. Apalagi saya hampir-hampir mengurus anak sendirian, manusiawi juga kalau saya ingin istirahat (kaum ibu pasti sepakat bagaimana fase setelah melahirkan itu melelahkan). Apalagi soal menggendong bukan hanya satu-dua orang yang ngomong.
Awalnya saya sempat hampir percaya sama mitos satu ini. Simpel sih, karena lama-lama menggendong yaaa capek juga. Apalagi saya hampir-hampir mengurus anak sendirian, manusiawi juga kalau saya ingin istirahat (kaum ibu pasti sepakat bagaimana fase setelah melahirkan itu melelahkan). Apalagi soal menggendong bukan hanya satu-dua orang yang ngomong.
Saya nggak tegaan membiarkan bayi saya menangis berlama-lama. Hasil pencarian daring saya pun, banyak artikel yang menerangkan manfaat menggendong anak. Teman saya pun yang kini usia anaknya beberapa tahun jaraknya dari anak saya menerangkan bahwa kedekatan dengan anak sangatlah perlu, dan hal itu perlu dibangun sejak anak masih bayi. Ya, lagipula mosok anak sudah dinanti-nanti selama 9 bulan giliran sering nangis dijarno ae. DOOOOH lebokke weteng meneh ae buuuk!
2. Anaknya cegukan tuh! Kasih kertas di jidatnya
Saya ketawa sewaktu diberitahu hal satu ini (duh, maafkan, ya habis gimana, lucu sih). Saya sempat khawatir juga, kok bayi saya sering sekali cegukannya. Bahkan, ada juga yang bilang kalau cegukan menandakan pencernaan yang kurang baik, Masa iya sih?
Lagi-lagi, menurut artikel daring yang dengan mudah diakses, cegukan sebenarnya adalah reaksi diafragma yaitu otot yang memisahkan rongga dada dan perut, tepatnya dibawah tulang rusuk yang membantu untuk mengendalikan pernapasan. Reaksi tersebut menyebabkan diafragma mengencang secara tiba-tiba dan tanpa disadari, menutup pita suara di kerongkongan, sehingga menghasilkan bunyi khas cegukan di bagian atas tenggorokan.
Fatih pun sering cegukan dulunya, kemudian cegukan itu berhenti dengan sendirinya. Bahkan, tidak mengganggu proses menyusuinya. Jadi, sabarlah sebentar jika anak sedang cegukan, jangan buru-buru tempelin kertas di jidatnya, kayak lagi main vampir-vampiran aja*eh.
3. Bayi itu harus dijemur, biar gak kuning
Jadi begini, ternyata setelah saya melakukan pencarian lebih mendalam, anjuran tersebut tidak sepenuhnya salah, hanya saja kebanyakan yang dilakukan ibu-ibu caranya kurang tepat. Newborn boleh saja diajak keluar menikmati sejuknya udara dan hangatnya mentari pagi. Tentunya dengan memperhatikan waktu yaaa, yang paling baik adalah jam 7 hingga 8 pagi. Kemudian, tak perlu juga sampai menelanjangi atau bahkan membolak-baliknya karena dikhawatirkan radiasi matahari justru membuat kulitnya yang masih sensitif jadi kemerahan. Tambahannya, jangan juga terlalu khawatir akan kuning yang terjadi pada bayi. Cek disini yaaa untuk tau lebih banyak soal kuning pada bayi baru lahir.
Nih berikut saya kutip dari blog pribadi salah seorang Dokter Spesialis Anak (DSA) yang cukup recommended yaitu dr. Arifianto, SpA dalam http://arifianto.blogspot.co.id/2018/01/tiga-kecerewetan-saya.html "Jangan dijemur Bu, nanti jadi gosong. Boleh dibawa keluar rumah untuk mendapat matahari pagi, tapi nggak usah ditelanjangi bayinya, terus dibolak-balik. Emangnya ikan asin. hehehe".
4. Kaki bayi tuh harus dilurus-lurusin gitu lhooo kakinya, biar nggak bengkok3. Bayi itu harus dijemur, biar gak kuning
Jadi begini, ternyata setelah saya melakukan pencarian lebih mendalam, anjuran tersebut tidak sepenuhnya salah, hanya saja kebanyakan yang dilakukan ibu-ibu caranya kurang tepat. Newborn boleh saja diajak keluar menikmati sejuknya udara dan hangatnya mentari pagi. Tentunya dengan memperhatikan waktu yaaa, yang paling baik adalah jam 7 hingga 8 pagi. Kemudian, tak perlu juga sampai menelanjangi atau bahkan membolak-baliknya karena dikhawatirkan radiasi matahari justru membuat kulitnya yang masih sensitif jadi kemerahan. Tambahannya, jangan juga terlalu khawatir akan kuning yang terjadi pada bayi. Cek disini yaaa untuk tau lebih banyak soal kuning pada bayi baru lahir.
Nih berikut saya kutip dari blog pribadi salah seorang Dokter Spesialis Anak (DSA) yang cukup recommended yaitu dr. Arifianto, SpA dalam http://arifianto.blogspot.co.id/2018/01/tiga-kecerewetan-saya.html "Jangan dijemur Bu, nanti jadi gosong. Boleh dibawa keluar rumah untuk mendapat matahari pagi, tapi nggak usah ditelanjangi bayinya, terus dibolak-balik. Emangnya ikan asin. hehehe".
Saya pernah mendapati Fatih sedang dipijat kuat-kuat sambil dilurus-luruskan kakinya oleh seorang ibu yang masih tetangga kami. Saya spontan kaget, karena Fatih juga menangis, dan padahal saya juga berada tak jauh dari situ saat kami sedang kumpul sama-sama. Yang begini nih yang bikin pengen ngajak ribut. Untungnya gak jadi, haha.
Oke, soal kaki bayi yang terlihat agak bengkok atau mirip huruf O tersebut memang dikarenakan selama berada dalam rahim ibu posisi bayi adalah meringkuk, dan posisi tersebut merupakan bagian dari adaptasi bayi agar merasa nyaman dalam rahim yang sempit. Tak perlu khawatir, bentuk kaki normal dan abnormal pun pasti akan berbeda kok, juga jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk membedong bayi kuat-kuat, karena tujuan membedong adalah agar bayi hangat, bukan agar kakinya lurus.
Tenang saja, nantinya kaki bayi akan lurus kok, dan ini mulai nampak pada usia 1-2 tahun. Lagian kalo sok mijit-mijt kaki bayi orang sampe nangis, bukannya lurus sih, tapi tangan emaknya yang mendadak lurus pengen nonjok *EH.
Yak, positifnya dari semua tulisan diatas tadi adalah; kita sebagai orang tua memang kudu lebih smart lagi memilah informasi untuk sang buah hati. Kalau kita ikutin semua saran orang-orang tanpa kita tau dasar yang betul, wah, bisa-bisa gak ada faedahnya buat anak, atau bahkan buat kita sendiri. Lagipula gak mendengarkan semua saran orang itu baik lhoooo, karena mengurangi tingkat stres dan kebaperan menjadi orang tua baru. So, selamat belajar tanpa henti para orang tua dan calon orang tua :)
Tenang saja, nantinya kaki bayi akan lurus kok, dan ini mulai nampak pada usia 1-2 tahun. Lagian kalo sok mijit-mijt kaki bayi orang sampe nangis, bukannya lurus sih, tapi tangan emaknya yang mendadak lurus pengen nonjok *EH.
Yak, positifnya dari semua tulisan diatas tadi adalah; kita sebagai orang tua memang kudu lebih smart lagi memilah informasi untuk sang buah hati. Kalau kita ikutin semua saran orang-orang tanpa kita tau dasar yang betul, wah, bisa-bisa gak ada faedahnya buat anak, atau bahkan buat kita sendiri. Lagipula gak mendengarkan semua saran orang itu baik lhoooo, karena mengurangi tingkat stres dan kebaperan menjadi orang tua baru. So, selamat belajar tanpa henti para orang tua dan calon orang tua :)


Komentar
Posting Komentar