Perjalanan kami ke kota pada suatu sore
Stasiun Jakarta Kota pada minggu sore itu dipadati penumpang yang terus hilir mudik menunggu dan pergi dengan angkutan besi bernama Commuter Line. Aku, ibu, dan kedua adikku memutuskan untuk menunaikan ibadah sholat ashar di mushola stasiun sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Tak lama berselang, kereta arah Bogor memasuki stasiun, kedua adikku kegirangan setelah lelah berkeliling kota seharian. Gerbong pun diserbu dan disesaki penumpang, walau tak sampai berjejalan. Kami terus berjalan menyusuri gerbong demi mendapatkan bangku kosong, karena perjalanan ke stasiun Cawang melewati beberapa stasiun. Hingga, tibalah kami di sebuah gerbong dengan nomor urut 4 yang agak lebih lengang ketimbang gerbong belakangnya. Duduklah kami berjejeran sambil menunggu keberangkatan kereta. Tak lama berselang, duduklah disamping dan depan kami, 4 orang dewasa dan 2 anak-anak. Mereka tampak biasa, tak ada yang berbeda. Kereta yang kami naiki masih harus menunggu beberapa menit lagi sebelum benar-benar melanjutkan perjalanannya ke Bogor. Barulah kami tahu, tak berapa lama kami melihat mereka semua berbicara dengan bahasa isyarat yang dimainkan oleh tangan, mimik, dan gerakan tubuh mereka. Semakin aku perhatikan, semakin menarik. Ya, betul, keempat orang dewasa tersebut benar-benar penyandang tuna rungu dan tuna wicara. Subhanallah. Aku dapat melihat jelas kebesaran Allah (lagi) sore itu. Ditengah keterbatasan mereka, ternyata Allah ciptakan kekeluargaan diantara mereka. Allah titipkan anak-anak yang sehat dan normal seperti anak-anak kecil lainnya. Allah mudahkan mereka dalam berkomunikasi, bahkan dengan orang yang tak mengerti bahasa mereka sekalipun. Sungguh, tak ada yang sia-sia serial ciptaan Allah. Aku benar-benar takjub. Adik-adikku banyak bertanya padaku apa yang terjadi pada orang-orang terse but. Aku jelaskan perlahan dan mereka mengangguk tanda mengerti.
Alhamdulillah. Allah, biarkan kami terus mendapatkan hikmah di setiap perjalanan kami, agar kami senantiasa mengingatMu. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar