Sayang, Aku Hamil! – Bagian 3
Selamat datang trimester tiga. Semangat usap punggung setiap
malam.
Trimester dua akhir menjelang
trimester tiga dimulai dengan perjuangan mencari dokter spesialis kandungan
berjenis kelamin perempuan yang sungguh tidak mudah. Bahkan ada satu rumah
sakit ibu anak kenamaan yang obgyn-nya
ternyata laki-laki semua. Pasien berjamin BPJS kesehatan macam saya ini
akhirnya beralih memeriksakan kandungan ke bidan (yang pada akhirnya saya
sadari saya lebih nyaman memeriksakan kandungan ke bidan) dengan segala harap
dan upaya untuk dapat melahirkan secara normal.
21 Januari 2017
Usia kandungan pada pemeriksaan
kali ini memasuki 25 minggu. Berhubung pemeriksaan dilakukan di bidan, saya
hanya bisa mendengarkan detak jantungnya yang menunjukkan indikator sehat,
yaitu 141 kali per menitnya. Seperti
biasa, saya juga diberi tambahan vitamin dan kalsium di akhir pemeriksaan.
Saya sempat bertanya pula pada
bidan perihal keputihan yang saya alami pada minggu-minggu kehamilan beranjak
besar ini. Dengan tenang bidan menjawab bahwa hal tersebut merupakan lumrah
dialami ibu hamil lantaran pengaruh hormon selama hal tersebut tidak gatal dan
berbau. Ya, ini memang sinyal alami agar para ibu hamil tetap menjaga kesehatan
reproduksinya sekalipun perut tambah membesar.
25 Februari 2017
Saya penasaran juga akhirnya, apa
ya jenis kelamin anak yang sedang saya bawa-bawa di perut ini. Setelah
mendapatkan obgyn rekomendasi dari
kelas senam hamil, saya pun mengajak suami untuk kontrol sekaligus melakukan
USG di RS tersebut.
Kelihatan dong! Menurut dokter
jenis kelaminnya laki-laki, tetapi beratnya masih kecil sekali, berkisar 1,1
kg. Dokter pun menyarankan saya agar lebih banyak mengonsumsi putih telur
(sehari 4 butir). Karena protein dari putih telur membantu meningkatkan berat
badan janin. Oke, saya terima tantangannya Dok!
Tambahannya, saya juga diberi
saran oleh beberapa teman untuk mengonsumsi susu hamil dan es krim lebih
banyak. Senang bukan main rasanya setiap belanja ke supermarket, satu kotak es
krim siap saya habiskan sendirian. Rezeki ibunya, rezeki anaknya.
27 Maret 2017
Pindah bidan lagi, yey! Bidan
kali ini saya pilih lantaran pengalaman ibu saya sendiri yang sudah dua kali
melahirkan disana plus ternyata ada
alat USG di tempat praktiknya serta jaraknya yang tidak jauh dari tempat ibu
saya, sepelemparan batu saja istilahnya.
Ada tiga bidan yang ikut masuk ke
ruang pemeriksaan. Satu bidan senior yang mengepalai pemeriksaan, serta dua
bidan lainnya ada yang mencatat, ada juga yang mencontohkan bagaimana mulai
sepulang pemeriksaan nanti saya harus sering jongkok-berdiri sebanyak lima kali
rutin selama pagi-siang-malam.
Benar saja, perbincangan
sederhana pun terjadi di antara kami. Bidan-bidan disana memang telah lama
mengenal saya dan ibu saya. Diantara perbincangan tersebut, bidan senior juga
mengingatkan saya untuk mulai mengurangi makanan dan minuman manis serta
perbanyak sayur dan buah lantaran berat janin dinyatakan sudah cukup untuk
ukuran anak pertama, yaitu 2,43 kg. Spesifik. Girang bukan main hati saya,
selain kondisi janin, plasenta, dan ketubannya bagus, berat badannya juga sudah
cukup. Sesederhana ini ya ternyata bahagianya seorang calon ibu (muda).
Ditambah, bidan berkata tiga minggu lagi sudah cukup usia janin dalam
kandungan, artinya jika tanda persalinan semakin nyata, saya dipersilahkan
kembali secepatnya.
Bidan menyarankan untuk kembali
lagi seminggu kemudian. Ya, mendekati persalinan pemeriksaan memang harus
dilakukan lebih rutin dari biasanya.
6 April 2017
Berat badan saya sudah naik
hampir 8 kg sejak awal kehamilan. Saya sendiri merasa sudah berat beban ini
dibawa melakukan pekerjaan ini dan itu, sedangkan banyak orang diluar sana
berkata, “Mbak Anggi kok gak kelihatan seperti orang hamil?”. Jawaban andalan
saya, “Soalnya orangnya juga udah gede dari dulu, hehe”.
Saya juga baru sadar belakangan
ini kalau stretchmark telah tiba.
Meski ibu bidan menyarankan untuk tidak menggaruknya, tapi kalau gatal
menyerang, tetap saja saya garuk.
Yang saya ingat betul dari
pemeriksaan kali ini adalah; bu bidan senior mengatakan bahwa berat badan janin
naik menjadi 2,53 kg. Kenaikan yang tidak terlalu banyak ini harus
dipertahankan agar nanti ketika waktunya ia lahir secara normal tidak
menyulitkan keadaan ibunya. Yang penting berat badannya cukup sewaktu
dilahirkan.
17 April 2017
Suami saya makin cerewet
mengingatkan saya untuk jongkok-berdiri secara rutin sehari tiga kali. Berdasar
hasil pencarian saya di mesin pintar, memang banyak manfaat latihan jongkok
untuk persalinan normal, diantaranya; meningkatkan kebugaran tubuh, melatih
otot panggul dan diafragma, mengurangi rasa sakit, serta memperkuat otot paha
dan perut.
Saya pun makin giat jalan kaki
entah itu pagi, siang, ataupun malam. Ke pasar, ke warung, ke tempat ibu saya,
atau sekedar jalan-jalan santai di dalam pusat perbelanjaan.
3,1 kg. Ya, dalam waktu kurang
lebih 10 hari kembali lagi ke bidan, berat badan janin naiknya banyak sekali.
Bu bidan berkata bahwa hal itu kerap terjadi, maka ibu hamil memang harus
memperhatikan asupannya, lagi-lagi sayur dan buah. Saya juga menjalani
pengambilan darah untuk tes HIV dan sifilis, Alhamdulillah keduanya negatif.
25 April 2017
Dalam hati saya sempat terbersit
keinginan melahirkan di tanggal 21 April. Lucu kayaknya tanggalnya bertepatan dengan Hari Kartini. Tapi toh,
takdir Allah mengatakan belum.
Sewaktu saya tiba di klinik, bu
bidan yang baru saja keluar dari bilik pemeriksaan dengan pasiennya yang lain
menyapa saya begini, “Lho, belum mules juga mbak?”. Saya cuma mesam-mesem
sambil nyaut, “Belom bu, pengennya
sih udah, eh tapi ternyata belom”. Kemudian ditimpali kembali oleh Bu bidan,
“yaudah yang sabar aja mbak”.
1 Mei 2017
Belom mules juga, Duh!
Saya juga sempat menangis karena
khawatir, eh tapi malah dimarahin sama pak suami. Yaudah deh, gak dilanjut
nangisnya
5 Mei 2017
Today is due date namun kenyataannya bayi belum juga ingin keluar.
Hasil pemeriksaan dalam menunjukkan bahwa jika 3 hari lagi belum mules juga,
saya harus diinduksi. Oh Allah, please
give me the best for this.
-----------------------------------------Bersambung-----------------------------------------------------------------


Komentar
Posting Komentar